angka-jitu-hoki
Sejarah

Gie, Tokoh Tionghoa Pejuang Indonesia

Situasi politik yang memanas akhir-akhir ini membuat Suhu Ahok mencari artikel lama dan mengingatkan kembali bahwa Negara Indonesia bukanlah dibangun dari satu orang atau satu suku tetapi Indonesia dibangun dari segenap jiwa penduduk Indonesia yang terdiri dari beragam budaya dan suku.

Salah satu yang berjuang setelah kemerdekaan adalah Soe Hok Gie, aktivis Indonesia keturunan Tionghoa yang menentang Presiden Soekarno, yang kebetulan bulan Desember ini adalah bulan yang tepat untuk mengenangnya kembali, karena bertepatan dengan tanggal lahirnya.

Sebagai mahasiswa menjadi pembangkang aktif, memprotes Presiden Sukarno dan PKI, Soe juga seorang penulis yang produktif.

Sejak masih SMP, ia sudah menulis buku catatan harian untuk menumpahkan perasaan dan apa yang ia pikirkan di sana. Semakin besar, ia semakin berani melawan ketidak adilan hingga berdebat dengan guru SMP-nya. Dalam catatannya, ia menulis, “Guru model begituan, yang tidak tahan dikritik boleh masuk keranjang sampah. Guru bukan dewa dan selalu benar. Dan murid bukan kerbau.” Sikapnya kritis semakin tumbuh dan berkembang hingga ia berani mengungkit soal kemiskinan dan kemapanan orang-orang kaya. Soe yang saat itu melihat seorang pengemis makan kulit mangga memberikan uangnya yang hanya 2,50 rupiah pada si pengemis. Ia menulis, “Ya, dua kilometer dari pemakan kulit mangga, ‘paduka’ kita mungkin lagi tertawa-tawa, makan-makan dengan istri-istrinya yang cantik-cantik. Aku besertamu orang-orang malang”

Pada tahun 1965 Soe Hok Gie mendirikan suatu organisasi di kalangan mahasiswa yaitu MAPALA ( Mahasiswa Pecinta Alam), nama organisasi MAPALA yang didirikan oleh So Hok Gie  ini pun sudah besar dan mungkin saja di setiap kampus di indonesia sudah mempunyai organisasi MAPALA.

ramalan angka jitu

Soe merasa resah ketika keadaan ekonomi semakin kacau dan rakyat jatuh miskin. Ia berpendapat bahwa ketika rakyat terlalu melarat, maka secara natural rakyat akan bergerak sendiri. Jika hal tersebut terjadi, maka akan terjadi chaos atau kekacauan. Maka lebih baik mahasiswa yang bergerak, dan dari sana lahirlah sang demonstran. Kesehariaanya diisi dengan demonstrasi dan rapat penting. Ia ingin para mahasiswa sadar bahwa mereka adalah the happy selected few yang bisa kuliah. Untuk itu mereka harus menyadari dan melibatkan diri dalam perjuangan bangsa. Sementara itu, ia juga ingin menunjukkan kepada rakyat bahwa mereka bisa mengharapkan perbaikan keadaan dengan menyatukan diri di bawah pimpinan para patriot Universitas.

Sayangnya, seorang pemikir muda yang juga inspirasi lahirnya Orde Baru ini harus meninggal sehari sebelum ia berusia 27 tahun setelah pergi mendaki gunung Semeru. Ia meninggal karena menghirup gas beracun di puncak Mahameru dan meninggalkan ide-ide tentang perubahan lewat karya-karyanya.

(disadur kembali dari berbagai sumber)

 

Soe Hok Gie, Shio Kuda kelahiran tahun 1942 bertepatan dengan Kuda Air, maka di Tahun Monyet Api ini, kelahiran Shio Kuda Air sanggup meredam situasi panas untuk kembali tenang.

Angka hoki untuk orang Shio Kuda bulan Desember 2016 : 19, 25, 57, 91