mimpi-memiliki-makna-di-zaman-kuno

Setiap Mimpi Memiliki Makna dan Arti Di Zaman kuno

Kali ini Ramalan Suhu akan membahas tentang Apakah Mimpi itu nyata atau khayalan? Mungkin dari beberapa mimpi anda yang ada menjadi kenyataan di kehidupan sebenarnya, dan mungkin tidak ada yang menyadarinya. Coba perhatikan ada tulisan dari pepatah zaman dulu yang sudah kuno sekali yang di kutip oleh suhu “Mimpi bagaikan kehidupan, kehidupan bagaikan mimpi”. Sebenarnya hidup bagaikan sebuah mimpi itu adalah kesadaran utama yang melanjutkan untuk hidup.

Di kehidupan sehari hari hampir di setiap orang tidur memiliki mimpi indah sampai buruk. Sampai di zaman modern sekarang mimpi juga  telahdi jadikan sarana perjudian togel online  dan togel online terpercaya selalu menyediahkan buku mimpi di website tersebut, untuk memudahkan para togel mania untuk menjadi nomor di mimpi mereka. baiklah Ramalan suhu akan bahas sejarah mimpi di zaman kuno di bawah ini.

Di zaman kuno, orang-orang Tiongkok sangat mementingkan mimpi, jauh pada zaman Dinasti Shang (abad 16 – 11 SM) sudah ada pejabat yang khusus menafsirkan mimpi pada kalangaan istanan dan bangsawan. Apa yang terjadi di mimpi dianggap dapat merefleksikan keberuntungan maupun kesialan. Zhou Li  membuat dua kitab kuno dan Lie Zi membuat menjadi enam macam, yang di urai oleh Zhou Gong yang sudah mulai tersebar pada waktu itu.

Zhou Gong menafsir mimpi yang telah terwariskan sampai sekarang adalah merangkum dengan metode sistematis sebagian besar suasana mimpi, misalkan bermimpi tentang kebakaran menandakan peruntungan keluarga bisa terangkat naik, bermimpi tentang turun salju menandakan di dalam keluarga bakal akan  terjadi musibah yang tidak baik dan sebagainya.

Kitab kuno  Zhou Li dari zaman Zhou abad ke 11 -256 SM di urai oleh seorang Lie Zi menjadi 6 macam, (Lie Zi adalah seorang kultivator dari aliran Tao), dia lebih jelas lagi menerangkan tentang cara penafsiran mimpi. Mimpi terdari 6 macam atau di sebut dengan 6 Hou yang di gabungankan dari 8 pertanda tentang hal yang di temui dalam keadaan sadar serta di jadikan sebagai dasar penafsiran mimpi.

Sebenarnya Kehidupan manusia mengandung 2 hal penting yaitu ; Kehidupan nyata dan hidup di dalam mimpi. Di dalam kehidupan nyata, terjadi di dunia yang kelihatan dan dapat di rasakan. Namun di kehidupan di alam mimpi terjadi di ruang lain yang tidak berbentuk, roh, jiwa dan komponen jiwa lain yang ridak berbentuk adalah pemeran utama berbagai kompeonen kehidupan masing-masing ruang eksistensinya, menimbulkan berbagai aktivitas tindakan. Contohnya waktu anda istirahat/tidur namun tetapi bukan berhenti total, informasi kegiatan dari berbagai macam kompenen jiwa di ruang lain bisa direfleksikan pada permukaan otak besar, ini adalah impian yang disebut oleh ilmu kedokteran adalah mimpi.

Mimpi adalah aktivitas kegiatan jiwa yang eksis di ruangan lain yaitu perwujudan kehidupan manusia di ruang tak berbentuk. Oleh karena itu, mimpi adalah sesuatu yang nyata, adalah yang tidak bisa kurang dalam kehidupan manusia. Kehidupan nyata adan kehidupan di alam mimpi membentuk sebuah kehidupan yang utuh, keduanya bisa saling mempengaruhi maka dari itu orang-orang dalam zaman kuno begitu memperhatikan mimpi-mimpi mereka.

Pikiran juga memiliki jiwa, ia eksis di ruang lain yang tak berbentuk. Di dalam mimpi, pikiran yang di timbulkan pada pagi hari bisa ikut berperan dalam kegiatan di ruang lain. dan direfleksikan ke lapisan kulit otak besar, inilah yang disebut terbawa ke dalam mimpi di malam hari.